Rabu, 06 Januari 2016

Beasiswa 01. Titik Awal

Setelah selesai wisuda, biasanya kerap kali kita ditanyakan mau lanjut kerja atau lanjut kuliah lagi?

Pertanyaan itu terkadang menjadi bumerang bagi mahasiswa yang baru lulus dan ingin menikmati waktu santai sejenak setelah lelah dengan kesibukan dan deadline kuliah selama kurang lebih 4 tahun.

Begitu pula denganku,

Akan tetapi jika difikirkan kembali ada baiknya kita memikirkan apa yang akan kita jalani kedepannya, kita harus punya gambaran. Untuk itulah sebelum wisuda, setelah menyelesaikan sidang TA aku sempatkan untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan dan pendaftaran beasiswa. Ada beberapa perusahaan yang telah aku coba apply dan begitu pula dengan beasiswa. Setiap harinya kusibukan dengan mengintip portal lembaga penyedia beasiswa ataupun portal lamaran pekerjaan.

Hingga waktunya wisuda pun tiba, namun jawaban untukkupun tak kunjung hadir, baik itu dari perusahaan maupun dari lembaga penyedia beasiswa.

Sedih memang, karena ada beberapa teman yang telah mendapat panggilan pekerjaan yang sesuai dengan bidang kami, engineer.

Namun bukankah rencana Allah jauh lebih baik. Intinya sabar. Yang terbaik biasanya muncul paling akhir. Hehehe.

Tiba saatnya ketika satu minggu setelah selesai wisuda, jawaban itupun datang. Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa PMDSU dari KEMENRISTEK DIKTI :)

Setelah mendiskusikannya bersama Allah dan tentunya orang tua, akupun dengan mantap memilih untuk menerima kesempatan emas ini. 

Beasiswanya diperuntukkan bagi sarjana unggul yang bersedia menempuh pendidikan di dalam negeri hingga ke jenjang Doktor dalam waktu yang relatif singkat yaitu 4 tahun. Beasiswa ini hanya diadakan 2 tahun sekali dan bertujuan untuk memenuhi kuota Doktor sebagai peneliti dan dosen pengajar di universitas yang ada di Indonesia.

Lalu dimulailah kembali perjalanan meraih impianku dengan melanjutkan pendidikan magister dan doktor di Universitas Indonesia. :D Alhamdulillah

Bersambung . . .

Senin, 28 Desember 2015

I feel you

Menyimpan satu nama dan memeluknya erat-erat dalam diam tanpa perlu diumbar bukanlah suatu hal yang mudah. Karena itu berarti setiap kerinduan muncul, kita harus berkompromi dengan hati, menguatkannya agar terus bersabar menunggu saat yang tepat untuk merayakan cinta.

Dan saat berkompromi dengan hati pun adakalanya kita menang dan dapat mengendalikan perasaan itu untuk tetap berada indah dalam diamnya. Namun tak jarang kita justru jatuh dan tunduk pada keinginan hati, dengan terus membayangkan wajahnya, berangan angan akan hidup bersamanya kelak, dsb.

Maka dari itu, ada baiknya untuk tetap menyukai sekedarnya, menyukainya dengan sederhana.

Lalu bagaimana caranya?
Cukup dg bercerita kepada Sang Maha Cinta. Setiap selesai shalat sempatkan untuk bersujud sejenak, bisikan kalau kita benar benar menyukainya. Mudah kan? Cara ini selalu efektif menurutku. Hehe ;)



Sabtu, 03 Oktober 2015

Mari Renungkan Bersama

Tidak perlu menjadi sesempurna Nabi Muhammad, karena aku pula tidak semulia Khodijah atau bahkan tidak sepandai Siti Aisyah.

Tidak perlu menjadi setampan Nabi Yusuf, karena paraskupun tidak akan bisa menandingi Siti Zulaikha.

Tidak perlu menjadi sehebat  Ali, karena ketaqwaanku pun jauh jika dibandingkan Fatimah.

Jadilah dirimu sendiri dan akupun akan begitu, karena kita manusia biasa.

Bukankah akan lebih indah jika kelak waktunya tiba kita bersama-sama, bahu membahu agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena bersama-sama jauh lebih baik :)

"Aku adalah apa yang kau lihat dan aib yang Allah tutupkan"

Kembali yuk kita sama-sama yakini bahwa, laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula.

Cinta itu fitrah, namun jangan sampai menjadi fitnah

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
maka lindungilah aku dari segala fitnah yang mungkin bisa timbul ketika dengan tidak sengaja kunampakkan rasa bahagia dalam diriku.

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
maka biarkanlah aku tetap menyadari posisiku saat ini, yang hanya seorang gadis biasa dengan sejuta kekurangan.

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
maka ada kalanya kusembunyikan rasa ini rapat-rapat hingga tidak merusak apa yang sedang kujalani saat ini.

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
maka biarkan aku merasakannya lebih lama lagi sambil memperbaiki diri untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
Dalam sujud panjangku, biarkan kuselipkan sebuah nama untuk dapat terus kuperjuangkan agar menjadi jodohku.

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
kadangkala kekecewaan datang menghampiri dan jangan sampai membuat ibadahku goyah karenanya.

Ketika yang kurasakan ini adalah cinta,
maka acapkali terasa rindu untuk berjumpa.

Maka sesungguhnya cinta itu adalah fitrah, namun jangan sampai menjadi fitnah. Cukup aku, Allah dan (mungkin) kamu saja yang tahu :)

Depok, 3 Oktober 2015

Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?

Entah harus mulai dari mana, Masya Allah, begitu indah rencana-Mu Ya Rabb.

Alhamdulillah, setelah dinyatakan lulus wisuda dengan predikat cum laude, serta memperoleh penghargaan sebagai alumni terbaik. Kembali Engkau hadirkan kebahagiaan di dalam perjalanan hidupku ini Ya Rabb. Ya, Pada minggu kedua bulan September, aku dinyatakan lulus beasiswa PMDSU yang disponsori oleh KEMENRISTEK DIKTI, Batch 2 gelombang-2. Beasiswa ini bukanlah beasiswa biasa, karena si penerima beasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan master dan doktornya dalam kurun waktu 4 tahun saja. Masya Allah. :')

Betapa bahagianya kedua orangtuaku saat itu, begitu pula aku. Karena terhitung 23 Agustus tidak banyak lagi aktivitas yang kujalani, hanya membantu ibu di rumah dan mempersiapkan berkas, entah itu untuk melanjutkan kuliah ataukah bekerja. Dan dengan hadirnya kabar ini ditengah keluargaku, tak henti-hentinya kupanjatkan syukur kepada Sang Pencipta :') I Love Allah.

Memikirkan perkuliahan di UI saja tidak pernah terlintas dibenakku, yang kutahu bahwa kampus Universitas Indonesia adalah kampus terkeren yang ada di Indonesia, tempat berkumpulnya orang-orang pintar yang berada diseluruh pelosok Indonesia. Dan kini aku sudah dua minggu menjalani perkuliahan disini.

Mempelajari ilmu langsung dari sang ahlinya, berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa pilihan merupakan hal yang hingga saat ini membuatku berdecak kagum.

Ada satu doa yang saat ini selalu kupanjatkan kepada Sang pemberi nikmat ini :
Allah, terima kasih atas kesempatan yang telah Engkau berikan ini, tak akan kusia-siakan. Berikan aku kemudahan untuk dapat mempelajari ilmu-Mu di kampus ini, berikan aku kesehatan untuk dapat terus belajar, berikan aku kenikmatan dalam belajar, berikan aku semangat dalam belajar dan tolong jangan tinggalkan aku :')

Depok, 3 Oktober 2015

Muhasabah

Ya Allah, 
Aku berlindung pada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, hati dan angan-angan yang rusak...

Aku berlindung pada-Mu dari ketidakpastian masa depan, dari pahitnya kenyataan, dari hati yg terbolak-balik dan dari teman yg berkhianat....

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”

Minggu, 05 April 2015

DAAD Study Visits to Germany #2

Setelah membaca postingan sebelumnya yaitu mengenai study visits DAAD, maka pada postingan ini saya akan menjelaskan bagaimana saya melakukan persiapan untuk memenuhi semua persyaratan yang diminta pihak DAAD. Chekidot! :D

Mengenai Target Group and Length Stay 
Funding can be provided for groupof studentwho are fully matriculated in their second semester or highein a relevant degree program at a foreign university and who are travelinin a grouled by a university lecturer. Subject to approvabthe DAAD, individual doctoral students can also be funded.  

Jadi semua pelajar bisa jadi mendapatkan kesempatan study visit ini. Tidak hanya Universitas, tapi Politeknik pun bisa (contohnya saya) asalkan Politeknik yang bersangkutan memiliki program d4 atau setara s1.

All participants should have a common level of language skills in a language of relevance to the program

Semua anggota yang ikut harus memiliki kempampuan berbahasa inggris yang baik. Meskipun kita tidak diminta melampirkan sertifikat kemampuan bahasa, akan tetapi sebaiknya kita bisa berbicara b.ing baik aktif maupun pasif.

Groups should be made up of at least 10 and must not, as a rule, exceed 15 persons. 
In addition, funding can be provided for one university lecturer agroup leader.

Bentuk kelompok beranggotakan 10 orang (min) atau 15 orang (max). Kalo menurut saya 10 sudah cukup. Kebanyakan yang diterima mereka antara 10 - 12 orang. :) Tapi tidka menutup kemungkinan 15 org juga diterima kok.

Group Visits and StudSeminarand Practicals should last no less than 7 days and Funding is available for a maximum 12 days (including travel days).

Kalo yang ini sudah jelas ya. Bahwa batasan waktu untuk study visitnya hanya diperbolehkan 7 hari (min) - 12 hari (max)

Sebagai tambahan ini tips yang bisa saya simpulkan :
1. Seluruh kegiatan email-mengemail dengan prof ataupun dengan institusi di Jerman dilakukan oleh dosen pendamping kita ya! Gunakan email kampus sebaiknya yang ada ac.id nya
2. Bentuk kelompok yang beranggotakan orang-orang yang rajin dan pantang meneyerah. karena selama proses akan ada saja masalah yang buat mentok dan buat kita menyerah. 
3. Pilih dosen pendamping yang super sabar, bahasa inggrisnya bagus, kalo bisa yang ada pengalaman ke luar negeri juga. serta yang punya sifat ke-ibu an. karena beliau yang akan mengurusi kita selama 1 minggu disana.
4. Atur jadwal kumpul sesama anggota tim, lakukan diskusi intens selama beberapa bulan. kalo saya pengalaman sih 4 bulan intensnya.
5. Lakukan pembagian tugas seperti ada yang mencari ide, judul, motivational background, objectives, time schedule dsb. serta ada yang ngebantu dosen pendamping buat email ke prof ataupun instansi yang ada disana ya!
6. Berdoa!

Jika nanti memang telah diterima maka perlu diperhatikan hal-hal berikut :
- Biaya perjalanan ke Jerman (pp) kita yang tanggung, oleh karena itu persiapkan proposal sponsor agar kita mendapat tambahan dana untuk membeli tiket Indo-Jerman. 
- Atur jadwal perjanjian pembuatan visa dengan kedubes Jerman secepatnya. Karena saya juga hampir saja tidak mendapat kesempatan untuk membuat visa dikarenakan penuhnya appointment yang telah dibooking orang2. Jadi sebaiknya langsung pantau web kedubes Jerman dan ambil appointment hari sesuai dengan jadwal.
Oia untuk biaya visa gratis kok! :D
- Selama disana jangan khawatir karena kita diperlaukan seperti tamu istimewa, diantar jemput, didampingi tour guide yang super sabar dan baik, serta dikasih uang saku 18 Euro per hari :D